Kultum Ramadhan 1447 H | Mewarisi Kitab, Mewarisi Tanggung Jawab

Hakim Pengadilan Agama Tulungagung, Drs. Imam Rosidin, M.H., dalam kultum Ramadhan menyampaikan pesan dalam Al-Qur'an Surat Fatir Ayat 32
ثُمَّ أَوْرَثْنَا ٱلْكِتَٰبَ ٱلَّذِينَ ٱصْطَفَيْنَا مِنْ عِبَادِنَا ۖ فَمِنْهُمْ ظَالِمٌ لِّنَفْسِهِۦ وَمِنْهُم مُّقْتَصِدٌ وَمِنْهُمْ سَابِقٌۢ بِٱلْخَيْرَٰتِ بِإِذْنِ ٱللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ ٱلْفَضْلُ ٱلْكَبِيرُ
Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan diantara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar.
Ayat ini mengandung pesan mendalam tentang kedudukan umat yang mewarisi Kitab Allah dan bagaimana sikap manusia terhadap warisan agung tersebut. Allah menjelaskan bahwa pewaris itu terbagi menjadi tiga golongan.
• Zhalimun linafsih (menganiaya diri sendiri)
Mereka adalah orang-orang yang beriman, tetapi masih lalai. Al-Qur’an dibaca, namun jarang diamalkan. Perintah sering ditunda, larangan sering dilanggar. Mereka tidak kafir, tetapi merugikan diri sendiri karena tidak memaksimalkan petunjuk yang sudah Allah berikan.
• Muqtashid (pertengahan)
Golongan ini menjalankan kewajiban dan menjauhi larangan, namun belum maksimal dalam amalan sunnah dan kebaikan tambahan. Mereka selamat, insyaAllah, tetapi belum termasuk golongan yang istimewa dalam perlombaan kebaikan.
• Sabiq bil khairat (yang berlomba dalam kebaikan)
Inilah golongan terbaik. Mereka bukan hanya menjalankan kewajiban, tetapi juga bersegera dalam amal saleh. Shalat tepat waktu, gemar bersedekah, menjaga lisan, memperbaiki akhlak, serta aktif memberi manfaat bagi orang lain. Semua itu dilakukan bi idznillah—dengan izin Allah. Artinya, keberhasilan mereka pun karena pertolongan Allah.
Mari kita jadikan ayat ini sebagai bahan muhasabah. Jangan puas hanya menjadi pewaris secara nama. Jadilah pewaris yang aktif menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam keluarga, pekerjaan, dan masyarakat.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk golongan sābiqūna bil khairāt, orang-orang yang berlomba dalam kebaikan dengan izin dan pertolongan-Nya. Aamiin.
