Memaknai Shalat sebagai Munajat dan Jalan Menuju Ampunan oleh H. Mihdar, S.Ag. M.H.

Wakil Ketua Pengadilan Agama Tulungagung, H. Mihdar, S.Ag., M.H., dalam kultumnya mengingatkan pentingnya saling menasihati dalam kebaikan. Saling mengingatkan adalah sikap yang sangat bermanfaat bagi orang-orang beriman, karena dengannya keimanan tetap terjaga dan terus bertumbuh.
Beliau juga menyampaikan bahwa shalat dapat didefinisikan sebagai doa yang baik. Secara terminologi fikih, shalat adalah rangkaian ucapan dan gerakan tertentu yang diawali dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam, disertai niat dan memenuhi syarat-syarat tertentu. Dalam tinjauan tasawuf (sufi), shalat dimaknai lebih dalam: seseorang yang shalat sejatinya “keluar dari urusan dunia” meskipun raganya masih berada di dunia. Artinya, hati dan jiwanya hadir sepenuhnya menghadap Allah, melepaskan diri dari kesibukan dan hiruk-pikuk kehidupan sementara.
Shalat juga sarat dengan pujian dan doa. Bahkan, sebagian ulama menjelaskan bahwa seluruh bacaan dalam shalat pada hakikatnya adalah doa. Salah satu bagian yang sangat kaya makna adalah doa duduk di antara dua sujud. Bacaan yang sering diamalkan adalah:
رَبِّ اغْفِرْ لِي، وَارْحَمْنِي، وَاجْبُرْنِي، وَارْفَعْنِي، وَارْزُقْنِي، وَاهْدِنِي، وَعَافِنِي، وَاعْفُ عَنِّي
Artinya:
“Ya Allah, ampunilah aku, rahmatilah aku, cukupkanlah kekuranganku, angkatlah derajatku, berilah aku rezeki, berilah aku petunjuk, sehatkanlah aku, dan maafkanlah aku.”
Di dalamnya terdapat delapan permohonan: ampunan, rahmat, perbaikan kekurangan, peninggian derajat, rezeki, petunjuk, kesehatan, dan maaf dari Allah. Doa pertama adalah permohonan ampun, karena tidak ada manusia yang luput dari kesalahan. Manusia memang terlahir dalam keadaan suci, namun dalam perjalanan hidupnya tidak lepas dari dosa dan kekhilafan, sehingga ampunan Allah senantiasa kita butuhkan.
Oleh karena itu, dalam shalat hendaknya kita tidak sekadar membaca, tetapi juga memahami arti doa-doa yang kita panjatkan. Dengan memahami maknanya, hati akan lebih mudah khusyuk dan merasakan kedekatan dengan Allah. Semoga Allah senantiasa memberikan ampunan kepada kita, menerima ibadah kita, dan membimbing kita untuk terus memperbaiki kualitas shalat kita. Aamiin.
