Please ensure Javascript is enabled for purposes of website accessibility

Written by radik on . Hits: 340

Memasuki hari ke-18 Ramadhan, mari kita berhenti sejenak dan merenung—apakah hati kita terasa semakin dekat dengan Allah? Jika iya, maka alhamdulillah, itu adalah karunia besar yang patut kita syukuri. Namun jika belum, maka dengan penuh kesadaran kita patut mengucapkan “Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.” Kenapa demikian? Karena Ramadhan sejatinya adalah bulan yang penuh rahmat dan ampunan, sebuah momentum istimewa yang diciptakan Allah untuk membakar dosa-dosa kita.

Secara etimologis, kata Ramadhan berasal dari akar kata "ramadha" yang berarti "panas yang membakar." Dalam konteks spiritual, panas ini adalah simbol dari pembakaran dosa-dosa kita—dosa dari enam arah: dua di depan dan belakang, dua di kanan dan kiri, serta dua di atas dan bawah. Namun, kita juga harus sadar bahwa ada empat hal yang dapat menjauhkan seorang hamba dari Allah, yaitu: 1) dosa, 2) hadas, 3) najis, dan 4) syirik (disebut juga sebagai "yupa" dalam sebagian pengajaran spiritual).

Sebagai pelajaran, kita bisa melihat kisah Nabi Adam dan Hawa dalam Al-Qur'an. Allah telah mempersilakan mereka tinggal di surga dengan segala kenikmatan, hanya dengan satu larangan:

وَقُلْنَا يَا آدَمُ ٱسْكُنْ أَنتَ وَزَوْجُكَ ٱلْجَنَّةَ وَكُلَا مِنْهَا رَغَدًا حَيْثُ شِئْتُمَا وَلَا تَقْرَبَا هَـٰذِهِ ٱلشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ ٱلظَّـٰلِمِينَ
"Dan Kami berfirman: 'Wahai Adam! Tinggallah engkau dan istrimu di surga dan makanlah dengan nikmat di mana saja yang kamu sukai, tetapi jangan kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim.'"
(QS. Al-Baqarah: 35)

Dari kisah itu, kita belajar bahwa dosa adalah penghalang utama antara hamba dan Rabb-nya. Maka dari itu, bulan Ramadhan ini adalah saat terbaik untuk memperbanyak taubat dan istighfar. Allah sangat mencintai hamba-Nya yang kembali, yang menangis karena merasa jauh dari-Nya, lalu bertekad untuk memperbaiki diri.

Salah satu momen paling agung untuk mendekatkan diri kepada Allah adalah saat shalat. Dalam shalat, terdapat bacaan Al-Fatihah yang merupakan doa paling sempurna. Saat kita mengucapkan:

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
"Hanya kepada-Mu kami menyembah, dan hanya kepada-Mu kami mohon pertolongan"
(QS. Al-Fatihah: 5)

Itulah saat terbaik untuk menyisipkan doa dalam hati kita. Mintalah apapun yang kita butuhkan, karena saat itu adalah bentuk komunikasi paling dekat antara hamba dan Tuhannya.

Allah juga menegaskan dalam QS. Al-Baqarah: 45:

وَٱسْتَعِينُوا۟ بِٱلصَّبْرِ وَٱلصَّلَوٰةِ ۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى ٱلْخَـٰشِعِينَ
"Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk."

Begitu pula dalam QS. Ali ‘Imran: 39, dikisahkan bahwa doa Nabi Zakariya dikabulkan saat beliau dalam keadaan shalat:

فَنَادَتْهُ ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ وَهُوَ قَآئِمٌۭ يُصَلِّى فِى ٱلْمِحْرَابِ أَنَّ ٱللَّهَ يُبَشِّرُكَ بِيَحْيَىٰ
"Kemudian malaikat (Jibril) memanggilnya, ketika dia berdiri melakukan shalat di mihrab, (katanya): 'Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran Yahya...'"

Dari sini kita mengetahui bahwa shalat bukan hanya kewajiban, tetapi juga pintu harapan dan tempat kita menggantungkan segala permintaan kepada Allah.

Maka di sisa Ramadhan ini, marilah kita perbanyak doa, istighfar, dan memperbaiki hubungan kita dengan Allah. Tak perlu menunggu sempurna untuk meminta. Dalam setiap sujud dan setiap bacaan Al-Fatihah, bisikkan permintaan terdalam dari hati. Allah Maha Mendengar, Maha Menerima Taubat.

Hubungi Kami

Pengadilan Agama Tulungagung

Jl. Ir. Soekarno - Hatta No. 117
Balerejo - Kauman - Tulungagung

Telp: 0355-336516
Fax: 0355-336121

Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.