Seminar Internasional: Menguatkan Kepemimpinan Hakim Perempuan Menuju Badan Peradilan yang Agung
.
.
Dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional pada 8 Maret, Hari Hakim Perempuan Internasional pada 10 Maret, dan Hari Kartini pada 21 April tahun 2024, Badan Perhimpunan Hakim Perempuan Indonesia (BPHPI) mengadakan sebuah Seminar Internasional pada Jumat, 26 April 2024. Seminar ini mengusung tema "Peningkatan Kepemimpinan Hakim Perempuan Menuju Badan Peradilan yang Agung". Melalui Media Center Pengadilan Agama Tulungagung, Hakim Wanita Pengadilan Agama Tulungagung, Hakim Munadhiroh, dan Siti Azizah mengikuti acara tersebut secara daring, menunjukkan semangat kolaboratif dalam memperkuat peran perempuan di dunia peradilan.
.
.
Acara dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang kemudian dilanjutkan dengan Hymne dan Mars IKAHI. Setelah itu, Ketua Panitia memberikan laporan, diikuti oleh sambutan dari AIPJ2, Ketua Umum BPHPI, dan Ketua Umum IKAHI. Puncak dari pembukaan ini adalah sambutan dari Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia, Prof. Dr. H. Muhammad Syarifuddin, S.H., M.H., yang secara simbolis membuka seminar internasional ini dengan pemukulan gong. Momen ini menandai dimulainya diskusi penting yang bertujuan meningkatkan kualitas kepemimpinan hakim perempuan.
.
.
Seminar internasional ini terbagi menjadi dua sesi yang masing-masing menghadirkan narasumber ternama dari berbagai negara. Sesi pertama menghadirkan Hon. William Alstergren, AO., Chief Justice Federal Circuit and Family Court of Australia, perwakilan dari UNDP Carly Schrever, serta dua orang moderator yakni Dr. Bagus Takwin, Dekan Fakultas Psikologi UI, dan Bapak Mirza. Diskusi sesi pertama ini membahas berbagai tantangan dan peluang dalam kepemimpinan hakim perempuan, serta pentingnya dukungan internasional dalam meningkatkan peran mereka di peradilan.
.
.
Pada sesi kedua, seminar ini menghadirkan narasumber yang tak kalah berpengaruh, seperti Hon. Justice Suzanne Chriestie dari Federal Circuit and Family Court of Australia, Hon. Judge Rosalyn M. Loja, Sekretaris Asosiasi Hakim Perempuan Filipina (PWJA), dan beberapa pejabat tinggi dari PWJA serta Mahkamah Agung Malaysia yang hadir secara daring. Diskusi ini menyoroti pengalaman dan praktik terbaik dari berbagai negara dalam mendukung dan memperkuat kepemimpinan perempuan di ranah peradilan.
.
.
Acara ini diakhiri dengan sesi tanya jawab yang interaktif, diikuti dengan sesi foto bersama untuk mengabadikan momen penting ini. Seminar internasional ini diharapkan dapat semakin menguatkan peran hakim perempuan dalam sistem peradilan, menuju terciptanya badan peradilan yang agung dan berintegritas tinggi. Dengan adanya kolaborasi dan berbagi pengalaman dari berbagai negara, diharapkan kepemimpinan perempuan di peradilan Indonesia semakin maju dan berpengaruh.
