logopata

Written by radik on . Hits: 9

mutiara ramadhan

HIKMAH RAMADAN

[DAY 14]

PEDANG

Ibarat pedang yang berkarat. Apa yang harus dilakukan supaya kembali mengkilap? Tentu harus diasah berkali-kali. Supaya pedang tersebut tajam lagi. Dan kembali mengkilap. Pedang yang berkarat dan tumpul tidak bisa digunakan. Dan perang tidak akan dimenangkan dengan pedang berkarat.

Saya sepakat bahwa puasa Ramadan adalah proses penyucian. Dari karat-karat hati. Itu mengapa setelah Ramadan kita mengenal istilah Idulfitri. Id yang berarti hari perayaan. Dan fitri yang berarti suci. Karena orang yang telah berpuasa akan suci kembali. Mereka kembali kepada fitrah. Dan itu yang dirayakan.

Salah satu fitrah itu adalah fitrah beragama. Disebutkan bahwa, “Maka hadapkan wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah). Fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. Agama yang lurus. Tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya.” (Q.S. Ar-Ruum: 30)

“Menghadapkan wajah dengan lurus kepada agama.” Jika puasa hendak membawa seseorang kembali ke fitrah. Dan kita kaitkan dengan ayat ini, artinya puasa hendak membawa seseorang untuk kembali beragama dengan lurus.

Memang. Kadang kala, kita beragama hanya menjadi sebatas kegiatan rutin harian. Karena hanya kegiatan rutin, kita tidak lagi menghayati agama itu sendiri. Padahal, agama adalah soal penghayatan.

Bahkan, kadang kita merasa jemawa. Karena marasa kualitas kita dalam beragama sudah baik. Akibatnya, kita lalai. Misalnya terhadap dosa-dosa kecil.

Sebagaimana karat. Dia tidak muncul sekaligus. Dia tidak sekaligus mengubah pedang menjadi hitam. Tapi sedikit demi sedikit. Karena lalai. Tanpa sadar, tiba-tiba pedang sudah menjadi hitam.

Kadang, karena terlalu asyik dengan sesuatu. Kita tidak sadar, bahwa berbagai penyakit hati telah menyerang hati kita secara diam-diam. Ketika sadar, setan telah menang. Telah berhasil menyusupkan penyakit hati dalam diri kita.

Ketika karat-karat berupa dosa telah menutup kejernihan mata hati. Kita tidak lagi sensitif terhadap banyak hal. Pedang tidak lagi tajam. Mata hati menjadi tumpul. Akibatnya, kita tidak lagi lurus dalam beragama.

Kita tahu. Namanya setan itu, dia menggoda manusia dari banyak sisi. Dan dia tidak akan gampang menyerah. Dia terus menunggu kita lengah. Untuk membuat hati manusia berkarat.

Kembali soal pedang. Seiring waktu, sebilah pedang yang kita miliki, berupa mata hati, bisa jadi telah berkarat karena kelalaian. Ramadan hendak mengasah kembali pedang itu, supaya kembali tajam dan mengkilap. []

Catatan Ramadan M. Khusnul Khuluq, 2021.

Add comment


Security code
Refresh

Hubungi Kami

Pengadilan Agama Tulungagung

Jl. Ir. Soekarno - Hatta No. 117
Balerejo - Kauman - Tulungagung

Telp: 0355-336516
Fax: 0355-336121

Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

fb icon 325x325    Instagram   whatsapp

Copyright © TIm-IT PA - Tulungagung 2019